<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789</id><updated>2012-02-15T23:56:29.739-08:00</updated><title type='text'>Deni Aditya</title><subtitle type='html'>_diary and comment about social, economic, law and life_</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-468298003583826736</id><published>2009-03-22T20:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T20:06:57.247-07:00</updated><title type='text'>Caleg</title><content type='html'>Nonton Democrazy malam ini memang lucu. Topiknya mengenai ragam latar belakang caleg. Ada caleg yang petani, doktor tunanetra, bahkan ada yang bule. Mereka rela mengeluarkan uang banyak supaya dirinya terpilih. Contohnya yang petani sampai menggadaikan tanahnya senilai 40 juta rupiah. Memang, caleg merupakan suatu fenomena yang luarbiasa menjelang pemilu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mereka menjadi caleg pada umumnya ingin memperjuangkan aspirasi rakyat yang memilihnya. Tentu ini adalah alasan yang mulia, tapi apakah benar demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan seorang caleg yang menggadaikan tanah tadi seharga 40 juta rupiah untuk menjadi caleg ditambah dengan biaya-biaya lain untuk kampanye total mencapai 100 juta rupiah. Katakanlah dia nanti terpilih menjadi anggota DPRD tingkat II. Sebelum menjadi anggota dewan, dia mempunyai penghasilan dari bertani sekali panen sekitar 10 juta, dikurangi biaya-biaya masih mempunyai 8 juta dalam kurun waktu 4 bulan. Setelah menjadi Caleg dia mempunyai gaji sekitar 8 juta sebulan. Biaya hidup sebelum menjadi caleg katakanlah pas-pasan sekitar 1,5 sampai dengan 2 juta sebulan. Setelah menjadi caleg biaya hidup pun meningkat. Karena tentu ada perbedaan style ketika menjadi petani sama setelah menjadi anggota dewan.  Biaya hidup setelah menjadi anggota dewan kira-kira sekitar 5 juta sebulan artinya masih ada saving sekitar 3 juta sebulan. Uang 3 juta apabila dikumpulkan selama masa dia bertugas kira-kira sekitar 3x12x5 juta. Atau sekitar 180 juta. Dikurangi biaya kampanye 100 juta masih ada sekitar 80 juta. Namun demikian si anggota dewan ini masih harus memberikan sumbangan dan segala macam tetek bengek kepada masyarakat. Karena ada aja masyarakat yang datang berkeluh kesah. Ditambah tim sukses yang meminta imbal balik. Total ditotal uang 80 juta itu habis hanya untuk yang demikian. So?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya kalau dihitung secara matematis demikian, menjadi caleg itu tidak menguntungkan dari segi penghasilan. Apalagi jika ingin menjadi kaya. Jauh dari tanah ke langit deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dikisahkan juga ada seorang anggota dewan bernama A, sebelum menjadi anggota dewan dia cuma seorang tukang ojek. Karena keberuntungan diapun terpilih menjadi anggota dewan. Tapi si tukang ojek ini luar biasa, setelah menjadi anggota dewan, motor ojeknya telah berganti menjadi BMW. Rumahnya tiba-tiba menjadi banyak. Saudara-saudaranya pun kecipratan. Mereka rata-rata bisa memperbaiki rumahnya menjadi bagus. Luar biasa kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menjadi anggota dewan dapat membuat kaya toh? La iya lah. Kalau nggak kaya ngapain sampe bela-belain jual tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah dong hitung-hitungan kita. Kan udah sesuai penghasilan. Ah, pusing. Kita apa anggota dewan yang salah hitung? Atau memang ada hitung-hitungan lain ya. Auk ah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-468298003583826736?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/468298003583826736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2009/03/caleg.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/468298003583826736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/468298003583826736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2009/03/caleg.html' title='Caleg'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-7826562462355396460</id><published>2009-03-18T07:08:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T07:10:37.981-07:00</updated><title type='text'>Malas menulis?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Wah mulai malas menulis, padahal udah 2009. Hmm aku harus mulai lagi. Gak ada salahnya kan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oke deh, mulai besok aku akan mulai menulis lagi. Jadi yang sabar sedikit ya pembaca&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-7826562462355396460?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/7826562462355396460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2009/03/malas-menulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/7826562462355396460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/7826562462355396460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2009/03/malas-menulis.html' title='Malas menulis?'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-4862584760232658676</id><published>2008-10-29T00:30:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T00:32:20.305-07:00</updated><title type='text'>Hore terbit lagi</title><content type='html'>Akhirnya, setelah 3 bulan menelantarkan blog ku, hari ini aku tergerak lagi untuk menulis di blogku. Mudah-mudahan pembaca semuanya bisa terobati rasa kangennya dengan tulisan-tulisan ku. Oke&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Type rest of the post here&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-4862584760232658676?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/4862584760232658676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/10/hore-terbit-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/4862584760232658676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/4862584760232658676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/10/hore-terbit-lagi.html' title='Hore terbit lagi'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-4799189642992429669</id><published>2008-07-20T02:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T03:03:20.254-07:00</updated><title type='text'>Ekonomi Indonesia Tumbuh</title><content type='html'>Yesss, ekonomi katanya bakalan tumbuh 9% pada tahun 2011. Artinya negara kita akan menjadi lebih terhormat di mata dunia. Kita sebagai warganegara pastinya akan bangga pula. Tapi,..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu kan baru prediksi, artinya kenyataan di lapangan nantinya mungkin berbeda. Tergantung dari situasi politik dan keamanan yang ada di negara kita. Tetapi ada hal yang sebenarnya jarang sekali disebut. Apakah dengan pertumbuhan sebesar itu akan mengurangi tingkat kemiskinan dengan significant?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama sekali hal itu tidak akan mengurangi tingkat kemiskinan, kenapa? dengan pertumbuhan sebesar itu artinya akan menyebabkan inflasi yang luar biasa juga. Pendapatan masyarakat mungkin meningkat tajam, tapi apalah artinya jika kebutuhan hidup juga naik. Apalagi bila kenaikan pendapatan ternyata hanya dinikmati sebagian orang yang menikmati pertumbuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian orang berpendapat dengan kenaikan pendapatan akan mengurangi tingkat pengangguran. Mungkin hal ini terjadi, tapi bagaimana dengan masyarakat kelas bawah kita yang tidak mengenyam pendidikan yang layak? Mereka tidak akan mampu bersaing. Pertumbuhan seharusnya meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk memberikan pendidikan gratis bagi orang-orang tersisih yang karena nasib dan keturunan serta keadaan harus menjadi orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-4799189642992429669?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/4799189642992429669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/ekonomi-indonesia-tumbuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/4799189642992429669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/4799189642992429669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/ekonomi-indonesia-tumbuh.html' title='Ekonomi Indonesia Tumbuh'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-442865157014823699</id><published>2008-07-16T22:11:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T22:16:52.483-07:00</updated><title type='text'>Foto istriku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_2c-_tDECr5E/SH7VppLFDlI/AAAAAAAAADA/BuuPLnK9zSg/s1600-h/nida.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_2c-_tDECr5E/SH7VppLFDlI/AAAAAAAAADA/BuuPLnK9zSg/s200/nida.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223847529200029266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini foto istriku, udah gitu aja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Type rest of the post here&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-442865157014823699?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/442865157014823699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/foto-istriku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/442865157014823699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/442865157014823699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/foto-istriku.html' title='Foto istriku'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_2c-_tDECr5E/SH7VppLFDlI/AAAAAAAAADA/BuuPLnK9zSg/s72-c/nida.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-6475989442369941536</id><published>2008-07-11T07:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T07:45:33.924-07:00</updated><title type='text'>Manusia kawat???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_2c-_tDECr5E/SHdyAAzeS7I/AAAAAAAAAC4/JNwo-7zrwh0/s1600-h/manusiakawat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_2c-_tDECr5E/SHdyAAzeS7I/AAAAAAAAAC4/JNwo-7zrwh0/s200/manusiakawat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221767637500840882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memang gudangnya hal yang aneh. Kali ini di Samarinda Kalimantan, ada guru tk  dari perutnya keluar kawat-kawat. Katanya sich udah 17 tahun lebih dia menderita seperti itu. Kasihan ya, ni berita selengkapnya, dikutip dari kompas...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;NOORSYAIDAH terus menahan sakit dari penyakit aneh yang dideritanya. Di perut dan dada perempuan berusia 40 tahun ini bermunculan puluhan batang kawat sepanjang sekitar 20 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin Allah SWT ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa dengan kekuasan-Nya apapun bisa saja terjadi dan sayalah orang yang dipilih untuk memperlihatkan kekuasan-Nya itu. Maka itu saya harus menjalaninya dengan tabah," kata Noor dengan pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditemui di kediaman saudara perempuannya di Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir, Noor terpaksa harus berjalan membungkuk agar kawat-kawat di perutnya itu tidak mengenai baju kaos berwarna merah yang dikenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Noor pun hanya bisa duduk di pinggir kursi dan tetap membungkuk karena sedikit saja dia bergerak, kawat di tubuhnya itu akan menyentuh kain bajunya dan nyeri akan dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini karena ada Mas (wartawan Tribun Kaltim) saja saya pakai baju, biasanya saya tidak pakai baju karena terus terang saja kawat-kawat ini kalau menyentuh barang apa saja rasanya sangat sakit sekali," ujarnya sembari menyingkapkan bajunya dan memperlihatkan kawat-kawat yang tumbuh di bagian perutnya itu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru aktif TK Al-Quran di Sangatta, Kutai Timur, ini menceritakan, penyakit yang dideritanya itu dialami sejak tahun 1991. Tanpa sebab musabab kawat-kawat itu tiba-tiba saja bermunculan di perutnya dan bagian dadanya. Padahal, saat itu dia sedang menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Sospol Universitas Mulawarman Samarinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, kalau dulu hanya sekitar seminggu kawat-kawat itu berjatuhan sendiri dan hilang. Nanti sekitar sebulan kemudian bermunculan lagi. Nah, sekarang ini sudah sekitar enam bulan lebih, kawat-kawat di perut saya ini tidak ada yang jatuh atau hilang. Jadi, sungguh menderita sekali," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala upaya pengobatan, mulai dari medis, alternatif, hingga mendatangi orang pintar sudah dilakukannya. Namun, penyakit tersebut tetap tak sembuh. Operasi mungkin sudah puluhan kali dialaminya, tetap saja kawat-kawat itu setelah dicabut dengan cara medis tak mau hilang dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua orang bilang bahwa penyakit saya ini terkena santet atau semacamnya, tapi berani jujur bahwa saya ini tak pernah punya musuh atau menyakiti orang lain. Makanya, dokter atau orang pintar yang mengobati penyakit saya ini juga bingung untuk menyembuhkannya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, untuk menghilangkan perasaan sakit atau stres akibat penyakit yang dialaminya itu tak kunjung sembuh, Noor mengaku lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial, misalnya mengajar. "Tapi, kalau malam sudah datang, ya terpaksa harus terpikir, kenapa saya mengalami nasib seperti ini. Mudah-mudahan saja suatu saat ada hikmahnya buat saya, amin," katanya penuh harap. (muh khaidir/bersambung)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-6475989442369941536?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/6475989442369941536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/manusia-kawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/6475989442369941536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/6475989442369941536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/manusia-kawat.html' title='Manusia kawat???'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_2c-_tDECr5E/SHdyAAzeS7I/AAAAAAAAAC4/JNwo-7zrwh0/s72-c/manusiakawat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-2625779898854448408</id><published>2008-07-07T17:33:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T17:51:05.235-07:00</updated><title type='text'>Tips Hemat Belanja</title><content type='html'>Bagi yang hobi belanja, belanja merupakan hal yang menyenangkan. Kadangkala tanpa disadari uang tiba-tiba habis untuk membeli barang yang belum tentu kita butuhkan. Hanya karena tertarik dengan barang tersebut uang pun melayang. Setelah dibeli ternyata barang tersebut tidak dipakai. H..m...kok bisa gitu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu artinya, kita belum bisa memilah-milah apa yang kita butuhkan dan apa yang tidak. Tidak perlu gengsi atau buat sombong-sombongan. Belilah barang sesuai kebutuhan kita. Itu yang utama. Lalu bagaimana caranya menghemat belanja kita dan tidak tergoda untuk membeli barang yang tidak kita butuhkan? berikut tipsnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Menghemat belanja baju&lt;br /&gt;Apabila pergi ke mall, pikirkan apa yang hendak kita beli sebelumnya. Jangan pernah masuk ke tempat penjualan baju atau swalayan baju apabila kita tidak berniat untuk membeli baju sebelumnya.&lt;br /&gt;Cari informasi tempat membeli baju yang murah dan bagus. Tidak perlu membeli baju di mall apabila memang ada tempat yang lebih murah. Tidak perlu melihat merk, yang penting mutu bagus dan pas di badan. Kadang kala baju yang bermerk bagus pun apabila tidak cocok dengan postur badan kita jadi terlihat jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menghemat belanja puls&lt;br /&gt;Jangan pernah nelpon atau sms apabila tidak ada keperluan. Kecuali untuk menjaga good relationship. Itu juga jangan berlebihan.&lt;br /&gt;Pakailah layanan operator yang paling hemat pulsa. Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan kita. Apabila kita banyak menelepon, pakailah layanan telepon yang murah pulsa bicaranya. Apabila kita sering sms dibanding telpon, pakailah operator dengan tarif sms termurah.&lt;br /&gt;Belilah pulsa di counter yang menawarkan harga paling murah. Isilah dengan nominal pulsa yang besar. Beli nominal pulsa yang kecil membuat kita semakin sering membeli pulsa. Semakin sering membeli pulsa, kita semakin boros karena nilai belanja pulsa dengan nominal yang sama akan semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menghemat belanja makan&lt;br /&gt;Jangan sering-sering makan di luar he..he..Makanlah di rumah alias masak sendiri. Kalau tidak sempat, bawalah bekal makan siang ke tempat kerja. Tidak perlu beli makanan mahal, yang penting gizi kita tercukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menghemat belanja transportasi&lt;br /&gt;Apabila rumah dekat ke tempat kerja tidak perlu membawa kendaraan bermotor. Jalan kaki saja lah, selain sehat itu akan menghemat pemakaian bbm kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-2625779898854448408?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/2625779898854448408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/tips-hemat-belanja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/2625779898854448408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/2625779898854448408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/tips-hemat-belanja.html' title='Tips Hemat Belanja'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-3896584413166716258</id><published>2008-07-04T07:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T07:50:48.613-07:00</updated><title type='text'>BIAYA PENDIDIKAN, DENGAN APA MEMPERSIAPKANNYA?</title><content type='html'>Dikutip dari Kontan, Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini semua anak kelas 3 SMU sedang di pusingkan dengan UAN atau Ujian akhir Nasional. Pada salah satu wawancara yang dilakukan oleh sebuah televisi swasta terekam suatu pernyataan berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reporter : “Bagaimana Dik sudah siap dengan ujiannya ? kalau lulus apa rencana selanjutnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kalau siap sih ya harus disiap-siap- kan kak, namanya juga ujian. Setelah lulus nda tau mau gimana secara biaya kuliah sekarang mahal, nda yang swasta nda yang negeri”. Si pelajar menjawab pertanyaan si reporter sambil sesekali memperbaiki susunan rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya pendidikan khususnya pendidikan tinggi memang bukan barang murah. Bukan rahasia umum lagi bahwa biaya masuk perguruan tinggi menjadi salah satu biaya yang menguras sebagian kekayaan keluarga. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan biaya besar ini. Dan tentunya hal ini seharusnya memang dipersiapkan dari jauh hari karena biaya pendidikan bukan salah satu pengeluaran mendadak kan ? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapkan Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saat ini si anak sedang sibuk mempersiapkan fisik dan mental agar bisa lulus dari UAN, maka si orang tua biasanya saat ini juga sibuk memikirkan bagaimana bisa menyediakan biaya untuk keperluan si anak melanjutkan pendidikannya. Sebagian mungkin sudah mempersiapkannya. Walaupun jumlahnya bisa saja berlebih atau kurang. Minimal sudah lebih baik dibandingkan tidak ada persiapan sama sekali. Secara gampang, mempersiapkan biaya pendidikan bisa dilakukan dengan dua langakh inti sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengetahui biaya yang dibutuhkan kelak.&lt;br /&gt;Langkah pertama yang harus kita lakukan untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak kita adalah dengan mengetahui berapa besar biaya pendidikannya kelak. Biaya pendidikan saat ini besarannya pasti berbeda dengan saat anak kita bersekolah kelak jadi ketahui berapa biayanya saat ini, berapa besar kira-kira asumsi kenaikannya, dan hitung berapa besar total biaya tersebut bila tiap tahun biaya pendidikan naik seperti asumsi yang kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pilih produk investasi yang cocok untuk digunakan.&lt;br /&gt;Setelah mengetahui berapa besar sasaran yang ingin dicapai, maka saatnya memilih produk untuk mencapai tujuan tersebut.Seperti ulasan-ulasan saya terdahulu, dalam memilih produk, seyogyanya kita memperhatikan jangka waktu pencapaian tujuan keuangan kita. Untuk biaya pendidikan yang akan dicapai dalam waktu pendek, maka carilah produk investasi jangka pendek. Dan untuk tujuan biaya pendidikan jangka panjang, produk investasi jangka panjang juga jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih Produk Investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini selalu ada tiap kali saya membicarakan produk investasi. Sekali lagi produk investasi harus dipilih berdasarkan jangka waktu pencapaian tujuan tersebut. Bila kita berbicara tentang produk investasi untuk pendidikan, pada dasarnya ada 2 bagian besar yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Produk Berpenghasilan Tetap&lt;br /&gt;Produk investasi ini biasanya menawarkan adanya imbal hasil atau penghasilan yang bersifat tetap. Contoh yang paling mudah adalah tabungan pendidkan dan asuransi pendidikan. Dikatakan tetap karena produk ini memberikan hasil yang konsisten bisa berupa jumlahnya maupun frekuensinya. Ada banyak sekali produk dengan jenis seperti ini mulai dari tabungan biasa, deposito dan lain sebagainya.Saat ini saya ingin membahas 2 produk berpenghasilan tetap yang biasanya berkonotasi pendidikan yang ada di pasaran .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk Tabungan pendidikan sebenarnya adalah produk tabungan berjangka; artinya terdapat jangka waktu yang diperjanjikan antara si penabung dan bank dimana kita sebagai penabung tidak diperbolehkan melakukan penarikan sebelum jangka waktu yang telah disepakati. Kelebihan produk ini adalah hasil investasi yang bersifat tetap frekuensinya tiap bulan. Jadi di produk ini kita akan mendapatkan bunga yang dibayarkan tiap bulan secara periodik sampai dengan jangka waktu tertentu yang disepakati misalnya pada saat usia anak 6 tahun, 12 tahun dan seterusnya. Bunga yang ditawarkan biasanya lebih tinggi daripada produk tabungan biasa, tanpa ada macam-macam biaya administrasi dan operasional seperti ATM karena memang produk ini bukan produk yang likuid seperti produk tabungan biasa. Kelemahan produk ini adalah bunga yang biasanya mengikuti bunga pasar. Artinya bila bunga di pasaran turun, bisa saja hasil yang diperoleh si nasabah turun. Jadi tidak ada kepastian dalam hal jumlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk Asuransi Pendidikan sebenarnya adalah produk asuransi jiwa namun dengan tambahan manfaat berupa hasil investasi yang jumlahnya telah ditentukan di awal. Produk ini biasa disebut dengan asuransi dwiguna atau endownment artinya disamping memberikan proteksi, produk ini juga memberikan tambahan manfaat berupa hasil investasi. Perbedaan dengan produk unit link adalah pada hasil investasinya. Pada produk dwiguna ini hasil investasi telah ditentukan di awal dimana kita sudah tahu sejak awal dengan pasti berapa yang akan kita peroleh kelak. Sedangkan pada produk unitlink,hasil investasi tidak bisa ditentukan di awal karena pertumbuhannya sangat tergantung bagaimana si manajer investasi mengolah dana yang kita investasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan produk ini seperti saya telah sebutkan di atas adalah kepastian dalam jumlah hasil. Biasanya sejak awal pihak asuransi sudah memberikan gambaran berupa jumlah dana yang bisa diambil atau hasil investasi yang bisa digunakan. Misalnya saat anak berusia 6 tahun akan mendapatkan Rp.5 juta, saat 12 tahun dapat 12 juta dan seterusnya. Namun tetap memiliki kelemahan. Produk ini tidak tanggap terhadap inflasi. Padahal kenaikan biaya penddidikan juga dipengaruhi oleh inflasi. Bila di produk tabungan pendidikan bunga bisa naik atau turun sesuai dengan keadaan pasar, maka di produk ini tidak. Hasil telah ditentukan di awal. Jadi bila kenaikan biaya pendidikan di atas hasil investasi kita, maka bisa terjadi pada saat dibutuhkan dana tersebut tidak lagi mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Produk Berpenghasilan Bertumbuh&lt;br /&gt;Produk investasi ini menawarkan hasil dari proses jual dan beli. Biasanya hasil berupa laba atau bagi hasil. Produk termasuk dalam jenis ini adalah emas, tanah, saham, reksadana, unit link dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk ini memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dari produk berpenghasilan tetap. Ini karena perkembangan hasil tergantung dari permintaan dan penawaran. Jadi bisa saja harga jual menjadi sangat tinggi karena banyaknya permintaan. Namun kelemahannya adalah bisa terjadi harga bukan naik tapi malah turun. Ini bisa terjadi karena penawaran lebih tinggi dari permintaan sehingga harganya turun. Namun beberapa produk investasi sejenis ini biasanya untuk jangka panjang akan mengalami kenaikan karena mengikuti inflasi atau kelangkaan . Misalnya emas,tanah, saham, reksadana dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempersiapkan biaya pendidikan, kita bisa menggunakan 2 jenis produk yaitu pendapatan tetap atau bertumbuh. Karena pendapatan tetap memberikan kepastian walaupun hasilnya tidak begitu besar, maka gunakan produk ini untuk tujuan biaya pendidikan jangka pendek. Sedangkan produk pertumbuhan, walaupun hasilnya tinggi tapi untuk jangka pendek sangat berisiko karena dimungkinkan terjadinya penurunan nilai investasi. Jadi gunakan ini untuk tujuan biaya pendidikan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;Eko Endarto&lt;br /&gt;Perencana Keuangan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-3896584413166716258?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/3896584413166716258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/biaya-pendidikan-dengan-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/3896584413166716258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/3896584413166716258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/07/biaya-pendidikan-dengan-apa.html' title='BIAYA PENDIDIKAN, DENGAN APA MEMPERSIAPKANNYA?'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-2014681944487370348</id><published>2008-06-16T18:51:00.000-07:00</published><updated>2008-06-16T19:10:31.512-07:00</updated><title type='text'>Pulang Kampung</title><content type='html'>Yes, akhirnya bisa pulang kampung juga, lumayan walau cuma semalem or dua malem. Yang penting bisa nengok anak dan isteri. Ongkos sich tekor, tapi ya hasilnya itu lho. Menyenangkan he..he... Mo tahu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang luar biasa menurutku pas pulang kampung kemarin, anakku udah besar. Dalam tiga bulan pertumbuhannya pesat banget. Gak bisa diam, gerak terus. Kadang seperti pengen membalikan badan. Kadang tangannya dimasukin ke mulut. Kakinya menendang-nendang. Tapi yang menyenangkan kalau di ajak bicara dia diam. Matanya menatap serius, keningnya berkerut. Udah gitu dia mengeluarkan suara seperti menanggapi,."haoh.haoh" he.he.. seneng jadinya. Apalagi kalau diajak bicara senyum, wow luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma, ya itu. Kemarin pulang kampung bukan sengaja pulang kampung. Nyempetin aja di sela-sela ikut diklat di gadog. Jadinya ya terasa ada yang kurang. Cuma semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam yang berharga he..he..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-2014681944487370348?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/2014681944487370348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/06/pulang-kampung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/2014681944487370348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/2014681944487370348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/06/pulang-kampung.html' title='Pulang Kampung'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-5665150225891962882</id><published>2008-05-29T20:32:00.005-07:00</published><updated>2008-05-29T20:49:29.008-07:00</updated><title type='text'>Birokrasi Reform</title><content type='html'>Keren ya, reformasi birokrasi. Apaan sich? Ini yang lagi terdengar kenceng di kantorku.   Bagaimana agar birokrasi yang ada dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya secara efisien dan efektif. Kalau kata orang audit mempertimbangkan juga "value for money". Hmm..luar biasa. SO, how in fact?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Reformasi birokrasi yang sedang berjalan memang membutuhkan waktu yang panjang. Terutama mengubah mindset seseorang yang telah terbiasa dengan pola lama. Untuk itu di ditjen perbendaharaan dilakukan gebrakan dengan membuat KPPN Percontohan. KPPN ini menggunakan pola baru dalam pelayanan. Sehingga lebih cepat dan lebih baik tanpa perlu pelicin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep yang bagus. Aku setuju tuch. But, kalau boleh jujur ada yang kurang. Ketika pelayanan kepada pihak pelanggan dijalankan dengan bagus, tapi bagaimana dengan dapur sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wooww..aku gak bisa kasih comment, its all about how to manage ourself by well. Aku sendiri termasuk karyawan yang sering main game, ngeblog he.he..ya karena gak ada kerjaan. Jadi ya rasanya munafik ngomentari apa yang terjadi di tempat sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, i believe in deep my heart, the future will come. The new generation will over the old. Hmm..it's like so enjoy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku gak lulus assesment, tersingkir gak ya? Kalau tersingkir ke kuningan sich mauuuuu...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-5665150225891962882?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/5665150225891962882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/birokrasi-reform.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/5665150225891962882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/5665150225891962882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/birokrasi-reform.html' title='Birokrasi Reform'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-7637858319855353268</id><published>2008-05-29T18:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T18:44:05.227-07:00</updated><title type='text'>Ada aja ya..</title><content type='html'>Pagi-pagi asyik baca kompas, eh dapet yang aneh lagi. Ada orang ngaku punya kekayaan 18.000 triliun. Trus dananya mo dipake buat mensejahterakan rakyat indonesia. Luar biasa kan. Percaya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namanya Ahmad Zainal Suparta, orang Tasikmalaya. He..he..masih tetangga kabupatenku dong. Aku kuningan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;and&lt;/span&gt; dia tasikmalaya. Katanya sich hartanya peninggalan orang tuanya. Tersimpan di Bank swiss dan Amerika serikat dalam bentuk emas. Dulu orang tuanya adalah pengusaha rempah-rempah. Gile kalau bener hebat banget ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya namanya jaman udah modern, mana ada sich orang langsung percaya gitu aja. Misalnya ak gitu lho. Jelas-jelas gak percaya. Kalau misalnya ada orang yang percaya pasti kebangetan. Kebangetan kok gitu aja percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau buat sekedar bikin heboh-hebohan ya nggak apa-apa. Kan rame, sekadar hiburan. Kayak dulu sms merah, seluruh indonesia heboh. Ada yang takut ada yang ketawa-ketawa aja. Terus blue energy, sampe Presiden aja percaya. Sekarang orang kaya, yang tiba-tiba aja kaya. Orang kita emang senang sensasi nan aneh. Semakin aneh semakin sip dech buat dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal kayak gitu ada hikmahnya. Selalu harus ada hikmahnya. Bayangin dalam situasi harga-harga naik kayak gini, pasti pusing kan. Gara-gara heboh-heboh seperti itu perut lapar jadi gak terasa. Siang-siang nongkrong di depan warung, ngomongin yang heboh-heboh gitu sambil ketawa-ketawa. Perut jadi gak laper, serius. Lupa makan dech. Lumayan kan menghemat gak sengaja. Apalagi ngobrolnya sampe sore..sampe malam pula. Tahu-tahu ketiduran. Lumayan kan seharian gak makan. Ngirit gitu lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau gini aja, lupain permasalahan ekonomi dengan candaan ringan. Jangan anggap serius sensasi-sensasi seperti itu. Anggap aja candaan ringan dari para pelawak. Gitu..yuk..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-7637858319855353268?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/7637858319855353268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/ada-aja-ya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/7637858319855353268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/7637858319855353268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/ada-aja-ya.html' title='Ada aja ya..'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-5634600593739902487</id><published>2008-05-29T02:47:00.001-07:00</published><updated>2008-05-29T03:03:17.888-07:00</updated><title type='text'>BBM naik lagi</title><content type='html'>Akhirnya BBM naik lagi, harga-harga pasti naik. Pusiiing, penghasilan kan nambahnya gak seberapa. Tapi ya gimana lagi, kalo mikir pusingnya ya pasti pusing. Ongkos mahal, beli makan mahal, beli pakaian mahal. Kasihan orang yang penghasilannya pas-pasan, apa pemerintah tidak merasakan ya orang-orang kecil ini. Kalau BLT cuma 100 ribu sich buat nambah hidup sebulan kurang banget. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat ke bawah memang sedih rasanya. Kok ya tega-teganya pemerintah naikin BBM. Tapi ya sebagai warganegara apalagi kerja di depkeu, aku bisa memahami keputusan pemerintah. Pemerintah bener juga, daripada ngabisin uang buat dibakar ya mending dibagikan langsung buat orang gak punya. Banyak sich yang bilang itu cuma bikin malas. Iya juga sich kalau buat orang-orang muda yang masih kuat. Kalo orang-orangnya udah tua, bongkok pula. Ada proyeknya padat karya dia gak bakal bisa kerja. Jadi ya ambil hikmahnya aja dech ada BLT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-5634600593739902487?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/5634600593739902487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/bbm-naik-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/5634600593739902487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/5634600593739902487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/bbm-naik-lagi.html' title='BBM naik lagi'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-5812146753146054353</id><published>2008-05-26T17:57:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T18:09:01.736-07:00</updated><title type='text'>blue energy</title><content type='html'>Dunia geger, ada orang indonesia ngaku bisa bikin bahan bakar minyak dari air laut. Disebutnya blue energy. Percaya nggak percaya sich, percaya karena memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Nggak percaya ya karena secara rasional kurang masuk akal. Air kan cuma terdiri dari H dan O, sementara BBM ada unsur C nya. Darimana dapat unsur C nya? kan susah. Udah gitu, misahin H dan O dari air kan susah banget. Kalau pemisahan masal biayanya pasti sangat mahal. Tapi kok kalau udah jadi kata pembuatnya harga bbm per liternya paling cuma Rp 3000 ?. Percaya gak percaya, kita dukung aja, tul gak. Gak ada ruginya kan, tapi jangan bantu pake dana. Ntar kalau cuma boongan kita ketipu. Rugi dah kita. Biarlah orang-orang kaya yang bantu pake dana. Kalau berhasil kita tinggal menikmati. La.wong pembuatnya nggak mau mempublikasikan ke media gimana kok dia bisa buat seperti itu, jadi ya he..he..begitulah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-5812146753146054353?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/5812146753146054353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/blue-energy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/5812146753146054353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/5812146753146054353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/blue-energy.html' title='blue energy'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2852006114036288789.post-7719648414120237326</id><published>2008-05-04T18:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T18:16:21.599-07:00</updated><title type='text'>Dapet surat</title><content type='html'>Hari ini aku menerima surat dari istriku. Amplopnya kuning besar, pikiranku paling juga akta kelahiran yang kusuruh dikirim kemarin sama istriku. Maklum aku pengen cepet-cepet masukin anakku ke daftar gaji, jadi ya lumayan gajinya nambah dikit. Pas kubuka ternyata isinya bukan hanya akta, didalamnya ada surat cinta he..he.. maklum istriku itu romantis banget. Tapi yang paling menyenangkan aku menemukan foto bayiku di dalamnya. Udah gede rupanya. Padahal belum nyampe dua bulan kutinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemessss liat anakku sendiri di foto, bentuk mukanya sama kayak dulu aku masih kecil. Tapi hidungnya mirip ibunya. Kalau aku sich mancung he..he.. Ibunya pesek, tapi ibunya nggak ngaku kalau pesek. Paling banter dia bilang pesek-pesek juga cantik. Yah mending aku ngalah aja. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama anakku itu Naurah Kalyca Fitya, artinya bunga mawar. Ibunya yang memberi nama. Aku sich setuju aja. Cantik kok namanya. Aku juga nggak tahu apa maksud dari nama tersebut. Jadi kalau kata orang nama itu harapan orang tua. Aku berharap anakku bisa seharum bunga mawar. Harum hatinya, harum akhlaknya, harum imannya. Keharuman akan membuat orang senang. Mudah-mudahan dia dapat berbuat kebajikan bagi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sangat merasa sedih ketika melihat foto bayiku. Sebagai bapaknya aku hanya sempat bersama selama tiga hari. Pas lahiran pun aku tidak bisa menemani ibunya. Tahu-tahu anakku itu udah lahir. Jadi bukan aku yang mengadzaninya, tapi kakeknya. Keadaan seperti itu memang membuatku merasa ada yang kurang. Ada yang nggak pas. Tapi ya gimana lagi. Inilah hidup yang aku jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan pekerjaan memang memaksaku berada jauh dari komunitas saudara dan teman-teman sedaerahku. Tidak ada pilihan lain, untuk saat ini hanya pekerjaan inilah yang bisa menopang kehidupanku. Apalagi aku udah punya anak dan isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain foto, hal yang membuatku sedih surat dari isteriku. Kuakui isteriku itu pintar membuat kata-kata sehingga membuatku terhanyut. Tapi ya mungkin itu curahan hatinya. Aku bisa merasakan beratnya menjadi ibu yang ditinggal jauh oleh suaminya. Tapi aku yakin isteriku itu tipe wanita kuat. Dia akan bisa merawat anakku dengan baik. Apalagi disana ada mertua yang dengan sukarela dan penuh cinta merawat anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya hari ini kubiarkan imajinasiku melayang, kubiarkan harapan-harapan berada dalam benakku. Tentu saja sebagai bapak ingin melihat anaknya tumbuh mili demi mili, centi demi centi. Sungguh ingin rasanya melihat anakku menangis ngompol. Memberi lambaian tangan kepada bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm..begitulah, tapi aku yakin Tuhan selalu punya rencana untuk hambanya, termasuk juga diriku. Untuk saat ini memang aku belum bisa membawa isteri dan anakku, selain karena anakku masih kecil juga ya karena nggak ada dananya. Ke depan pasti akan ada secercah cahaya untuk menikmati saat-saat membahagiakan bersama isteri dan anakku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2852006114036288789-7719648414120237326?l=deniaditya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deniaditya.blogspot.com/feeds/7719648414120237326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/dapet-surat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/7719648414120237326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2852006114036288789/posts/default/7719648414120237326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deniaditya.blogspot.com/2008/05/dapet-surat.html' title='Dapet surat'/><author><name>Deni Aditya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00243050978866661179</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
